Pelajari konsep lengkap Quick Response Code โ dari pengertian, cara kerja, hingga aplikasinya di kehidupan nyata โ dengan simulasi interaktif.
Quick Response Code โ barcode dua dimensi yang revolusioner dan mengubah cara manusia berbagi informasi
QR Code (Quick Response Code) adalah jenis kode batang dua dimensi (2D barcode) yang mampu menyimpan informasi secara horizontal dan vertikal. Berbeda dengan barcode konvensional yang hanya menyimpan data dalam satu arah (horizontal), QR Code dapat memuat jauh lebih banyak data.
QR Code pertama kali dikembangkan oleh perusahaan Jepang Denso Wave pada tahun 1994, diciptakan oleh Masahiro Hara. Awalnya digunakan untuk melacak komponen kendaraan dalam industri otomotif Toyota. Pada tahun 2011, QR Code mulai distandarisasi secara internasional melalui ISO/IEC 18004:2015.
QR Code bukan hanya untuk URL โ ia bisa menyimpan hampir semua jenis informasi digital
QR Code mendukung 4 mode penyandian data utama, disesuaikan dengan jenis konten agar kapasitas dan efisiensi optimal:
QR Code memiliki 4 level koreksi error yang menentukan berapa persen data bisa dipulihkan jika QR rusak:
Klik kategori data untuk melihat format dan contohnya:
Perbandingan kapasitas data antara barcode 1D dan QR Code 2D:
QR Code kini ada di mana-mana โ dari restoran, toko, rumah sakit, hingga tiket pesawat
Di Indonesia, QRIS (Quick Response Code Indonesian Standard) diluncurkan Bank Indonesia pada 17 Agustus 2019. QRIS menyatukan berbagai aplikasi pembayaran (GoPay, OVO, Dana, ShopeePay, dll.) dalam satu QR Code. Per 2024, lebih dari 30 juta merchant telah menggunakan QRIS di seluruh Indonesia.
Sejak pandemi COVID-19, restoran di seluruh dunia beralih menggunakan QR Code untuk menu digital. Pengunjung cukup scan QR di meja untuk melihat menu tanpa harus menyentuh buku menu fisik. Ini juga memudahkan update harga secara real-time.
Konser, bioskop, transportasi (KRL, MRT, pesawat) kini menggunakan QR Code sebagai tiket digital. QR Code tiket biasanya berisi nomor booking, identitas penumpang, dan tanda tangan digital untuk mencegah pemalsuan.
Rumah sakit modern menggunakan QR Code pada gelang pasien yang menyimpan informasi identitas dan rekam medis dasar. Vaksin COVID-19 juga menggunakan QR Code sebagai sertifikat digital yang dapat diverifikasi secara internasional.
Klik kartu untuk melihat detail penggunaan nyata:
4 keunggulan teknologi yang membuat QR Code mendominasi dunia digital selama 30 tahun
Nama "Quick Response" bukan sekadar branding โ QR Code dirancang agar dapat dibaca dalam hitungan milidetik. Tiga pola penemu (finder pattern) di sudut memungkinkan kamera mengenali orientasi QR Code dari segala sudut dan arah. Pemindaian bisa dilakukan dari jarak 10cm hingga beberapa meter tergantung ukuran QR.
QR Code menyimpan data 2 dimensi (horizontal + vertikal), jauh melebihi barcode 1D tradisional. Kapasitas maksimum mencapai 7.089 karakter numerik atau 4.296 karakter alfanumerik. QR Code juga memiliki 40 versi ukuran (dari 21ร21 hingga 177ร177 modul) yang bisa dipilih sesuai kebutuhan data.
QR Code menggunakan algoritma Reed-Solomon Error Correction โ teknologi koreksi error yang sama digunakan dalam CD/DVD. Dengan level koreksi tertinggi (Level H), QR Code masih bisa dibaca meski 30% permukaannya rusak, kotor, atau tertutupi. Ini mengapa banyak merek menambahkan logo di tengah QR Code mereka.
Denso Wave secara resmi tidak mematenkan teknologi QR Code, membuatnya gratis untuk digunakan siapa saja tanpa biaya lisensi. Setiap smartphone modern memiliki kemampuan scan QR Code bawaan tanpa perlu aplikasi tambahan. Standar internasional ISO/IEC 18004 memastikan kompatibilitas global.
QR Code dapat dibaca dari berbagai sudut. Putar QR Code di bawah dan lihat pemindai tetap mengenalinya:
Simulasikan kerusakan QR Code dan lihat seberapa besar kerusakan yang masih bisa dibaca:
Dari pengertian dasar, jenis data yang bisa disimpan, penggunaan nyata, hingga keunggulan teknisnya. QR Code adalah salah satu inovasi paling berpengaruh di era digital!